Mengenal Besi Beton: Perbedaan Polos dan Ulir serta Kegunaannya

Kalau bicara soal dunia konstruksi, pasti sering dengar istilah besi beton. Material satu ini ibarat “tulang” pada bangunan, karena fungsinya sangat penting untuk memperkuat struktur, terutama pada cor-coran seperti sloof, kolom, balok, dan plat lantai.

Nah, sebenarnya apa itu besi beton, apa saja jenisnya, dan kenapa ada yang polos dan ada yang ulir? Yuk kita bahas dengan gaya santai biar gampang dipahami!

Apa Itu Besi Beton?

Besi beton adalah batang baja yang dipakai sebagai tulangan pada beton bertulang. Beton memang kuat menahan tekanan, tapi lemah dalam menahan tarik. Di sinilah peran besi beton: membantu beton supaya lebih kuat menahan beban tarik dan geser.

Biasanya besi beton berbentuk batang panjang dengan ukuran diameter tertentu, misalnya 6 mm, 10 mm, 12 mm, 16 mm, sampai 25 mm. Semakin besar diameternya, semakin kuat daya tahannya.

Jenis Besi Beton

Secara umum, ada dua jenis besi beton yang paling sering digunakan di proyek konstruksi:

1. Besi Beton Polos

Seperti namanya, besi ini bentuknya lurus, halus, dan tidak ada ulir atau tonjolan di permukaannya.

  • Kelebihan: mudah dipotong, dibengkokkan, dan harganya relatif lebih murah.

  • Kekurangan: daya ikatnya dengan beton tidak sekuat besi ulir.

 Besi polos cocok untuk konstruksi ringan, pengikat, atau bagian bangunan yang tidak menanggung beban berat.


2. Besi Beton Ulir

Besi beton jenis ini punya permukaan berulir atau bergerigi. Ulir ini berfungsi sebagai “jangkar” agar lebih mencengkeram beton.

  • Kelebihan: daya ikat lebih kuat, mampu menahan beban berat, dan lebih aman untuk struktur utama bangunan.

  • Kekurangan: agak sulit dipotong atau dibengkokkan, harganya juga lebih mahal dibanding polos.

 Besi ulir umumnya dipakai untuk proyek besar atau struktur bangunan utama seperti gedung bertingkat, jembatan, hingga jalan raya.

Perbedaan Besi Beton Polos dan Ulir

Supaya lebih jelas, berikut tabel perbedaannya:

Aspek Besi Polos Besi Ulir

Permukaan

Halus, lurus
Bergerigi/berulir

Daya ikat dengan beton

Biasa saja
Lebih kuat

Kemudahan pemasangan

Mudah dipotong & dibengkokkan
Lebih sulit dipotong & dibengkokkan

Harga

Lebih murah
Lebih mahal

Kegunaan

Konstruksi ringan, pengikat, begel
Struktur utama, bangunan berat

 

Kegunaan Besi Beton dalam Konstruksi

Besi beton punya peran penting dalam dunia bangunan, antara lain:

  • Penguat struktur beton → membantu beton lebih tahan terhadap tarik dan geser.

  • Pondasi & sloof → bikin bangunan lebih kokoh dan tidak mudah retak.

  • Kolom & balok → menopang beban bangunan, terutama pada gedung bertingkat.

  • Jalan & jembatan → menjaga struktur tetap stabil walau menahan beban berat.

 

Tips Memilih Besi Beton yang Bagus

Kalau kamu lagi cari besi beton untuk proyek, ada beberapa hal penting:

  1. Perhatikan standar SNI – pilih besi beton berlabel SNI agar kualitas dan ukurannya terjamin.

  2. Cek diameter & panjang – sesuaikan dengan kebutuhan struktur.

  3. Hindari besi karatan – karena bisa menurunkan daya tahan.

  4. Sesuaikan anggaran – pakai besi polos untuk pengikat ringan, besi ulir untuk struktur utama.

 

Kesimpulan

Besi beton adalah material wajib dalam dunia konstruksi. Ada dua jenis utama: besi polos yang lebih mudah dipasang dan murah, serta besi ulir yang lebih kuat dan cocok untuk bangunan besar.

Pemilihan jenis besi beton sangat bergantung pada kebutuhan struktur dan anggaran. Jadi, kalau untuk pagar rumah atau pengikat sederhana, cukup pakai besi polos. Tapi kalau untuk pondasi atau gedung bertingkat, besi ulir jelas pilihan terbaik.